APAKAH SIFILIS SAMA DENGAN HIV ?

Banyak orang yang berpikiran jika penyakit sifilis dan penyakit HIV itu sama,padahal sangat berbeda jauh.Baik dari jenis bakteri atau virus dan gejalanya.Namun penyakit sifilis dapat mengundang penyakit berbahaya seperti HIV dengan lebih mudah dibanding orang yang tidak terkena penyakit sifilis.

 

BACA JUGA

"OBAT SIPILIS AMPUH BERGARANSI"

"INDIKASI PENYAKIT SIPILIS PADA LANSIA"

"BERCAK MERAH PADA KELAMIN"

 

Sifilis atau raja singa merupakan infeksi yg disebabkan sang bakteri yg bernama Treponema pallidum. Sedangkan HIV/ AIDS adalah infeksi virus yg menyerang kekebalan penderitanya sebagai akibatnya menyebabkan sekumpulan gejala dan  tanda yg diklaim AIDS. Intinya, kuman penyebab infeksi sifilis serta HIV tidak sama. Tetapi, keduanya mempunyai cara penularan yg sama, yaitu melalui darah serta cairan tubuh, misalnya cairan penis ataupun cairan vagina. Berikut adalah beberapa rute penularannya :

 

  • Hubungan seks tanpa kondom dengan penderita (baik secara seks berkaitan dengan mulut, anal, ataupun vaginal)
  • Berbagi alat suntik menggunakan orang yang mengidap HIV dan /atau sifilis
  • Melalui transfusi darah atau produk darah
  • Bunda hamil positif HIV serta/atau sifilis ke bayinya, baik di ketika kehamilan, persalinan, serta/ atau menyusui

sebab rute penularannya yg sama, maka di penderita sifilis biasa direkomendasikan buat melakukan investigasi skrining/deteksi dini HIV. Demikian juga kebalikannya. Yang perlu Anda pahami, penyakit sifilis ataupun HIV tidaklah berkelanjutan (bukan berarti waktu ini menderita sifilis sehabis beberapa tahun akan menjadi HIV, atau kebalikannya). Tetapi, keduanya bisa berlangsung secara bersamaan. Cara terbaik menghindari kedua penyakit di atas adalah menggunakan melakukan hubungan seks secara aman dan  hindari menyebarkan jarum atau alat-alat menyuntik apapun. Seluruh orang yang pernah berafiliasi seks tanpa kondom serta membuatkan jarum atau suntikan, berisiko terinfeksi sifilis ataupun HIV serta dianjurkan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Silahkan baca artikel sifilis serta HIV/AIDS

Write a comment

Comments: 0